Showing posts with label Darul Hadits Dammaj Yaman. Show all posts
Showing posts with label Darul Hadits Dammaj Yaman. Show all posts

Fatwa tentang Darul Hadits Dammaj

بسم الله الرحمن الرحيم
Berkata asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madholiy -hafidzhahulloh waro’ah-, ketika ditanyakan : Apa pendapat Syaikh tentang pergi untuk menuntut ilmu di Darul Hadits Dammaj (Yaman) dan perlu diketahui bahwa saya adalah seorang pemula dalam tholabul ilmi ?
Syaikh Rabi’ menjawab : “Ya, sudah seharusnya bagimu untuk rihlah ke tempat tersebut yang merupakan pusat dari pusat-pusat Islam, salah satu menara dari menara-menara Islam.
Ya, ditempuh perjalanan untuk menuju kesana dan ditimba ilmu di dalamnya. Dan didapati dalamnya Insya Allah kebaikan yang banyak,dan didapati (juga) di dalamnya as sunnah dan al huda dan ittiba’ kepada sunnah nabi sholallahu alaihi wa sallam.
Maka kami, demi Allah, memberikan dorongan dan semangat untuk belajar di tempat tersebut (dammaj) yang merupakan pusat diantara pusat-pusat sunnah dan dari menara-menara sunnah. Dan didalamnya didapati orang-orang yang Insya Allah dari kalangan ahlus sunnah, ahlul huda dan ilmu. Kita berdoa semoga Allah mengokohkan mereka diatas sunnah dan agar Allah memberikan manfaat melalui mereka dan agar menjadikan mereka termasuk dari para pembawa bendera ahlus sunnah di zaman ini yang penuh dengan bid’ah dan fitnah.Dan kita berlindung kepada Allah. Dan Alhamdulillah, barangsiapa yang menginginkan kebaikan dan petunjuk serta jauh dari fitnah maka dia harus bersama markaz-markaz sunnah. Dan Alhamdulillah markaz-markaz tersebut sangat banyak terdapat di berbagai negeri.
Khususnya tempat ini (Dammaj) yang saya melihat di dalamnya ada tamayyuz (tampil beda menampakkan kebenaran) yang terang. Alhamdulillah.
Maka beruntunglah orang yang rihlah kesana dalam rangka mencari Al Huda dari orang atau tempat yang akan memberikannya (kepadanya). Dan berupa apa-apa yang ada di dalamnya berupa sunnah dan kebaikan.
(Fatwa ini ditanyakan kepada Syaikh Robi’ pada tanggal25 Ramadhan 1424 H. Dinukil oleh Abu Abdillah Almadani, Kholid bin Dhohawy adh-Dhafiry)

sumber: isnad.net

Apa yang diajarkan di Darul Hadits Dammaj

بسم الله الرحمن الرحيم

SEBAGIAN KITAB YANG DIAJARKAN
DI DARUL HADITS DAMMAJ

Tafsir Qur’an :
Tafsir Ibnu katsir
Tafsir As Sa’di
Tafsir Kalimatil Qur’an
Ushul Tafsir,Ibnu Utsaimin
Muqodimmah fi UshulTafsir,Ibnu Taimiyah
Bayan zhohir fi Ta’arud
Tajwid dan Qiro’ah :
Tuhfathul Athfal
Al-Jazairiyah
Fan Tajwid
Al MulhosMufied
Qiro’ah Sab’a
Tafsir FilQiro’ah
Fathul Majied fil Tajwid
Talqin Qiro’ah Hafs
Syatibiyah
Qiro’ah Warsy
Aqidah dan Tauhid :
Tsalasatil Utsul
Qowaidul Arba’
Utsuluts Sittah
Masail Jahiliyah
Wajibat
Kasyfu Subhat
Mawaqidhul Islam
Fadho’il Islam
Kitabut Tauhid
Taisir Aziziel Hamied
Fathul Majied
Mabadieul Mufiedah
Qoulu Mufied, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Al Wushobi
Qoulu Mufied, Syaikh Muhammad bin Sholih Utsaimin
Tathierul I’tiqod
Durru Nadhid
Haiah Ibnu Abi dawud
Syarah lamiyah
Qowaidul Mutsla
Aqidah Wasitiyah
Aqidah Thohawiyah
Syarah Aqidah Thohawiyah Ibnu Abiel Iez
Syarah Aqidah Wasitiyah, Kholil Kharas
Syarah Aqidah Wasitiyah, Syaikh Sholih Fauzan
Syarah Aqidah Wasitiyah,Syaikh Utsaimin
Tadzmuriyah
Taqrieb Tadzmuriyah
Kitabut Tauhid Ibnu Khuzaimah
As Sunnah, Ibnu Abi Ashim
Syarhus Sunnah
As Sunnah, Abdullah bin Imam Ahmad
Siyasah Syar’iyah, Ibnu Taimiyah
Al Iman, Qosim bin Salam
Aqidah Salaf, As Shabuni
Al Muntaqo, Ibnu Taimiyah
(serta puluhan kitab lainnya yang tidak dapat disebutkan semuanya)
Faro’id :
Ar Ro’id fil Ilmi faro’id
Al fa’id fil Faro’id
Al Burhaniyah
Syarah Ar Rahbiyah
(Kitab-kitab lainnya)
Ushul Fiqih :
Syarah Waraqot
Syarah Mudzakiroh
Ushul min Ilmi Ushul
Qowaidhul Fiqhiyah
Raudhatu Nazhor
Mukhtashor at tahrir
Ar raudah, ibnu qudamah
Qowa’idul Fiqhiyah, Ibnu Liham
Ar Risalah, Imam Syafi’i
(Kitab-kitab lainnya)
Mustholah Hadits :
Baiquniyah
Nuzhah
Mauqizhah fil mustholah hadits
Baitsul Hatsits
Syarah Alfiyah hadits
Syarah Muqodimmah Lisan, Syaikh Muqbil
Taqribu Rawi’
Tadzribu rawi’
Dowabit Jarh wa’ ta’dil
Taisir Mustholah hadits
Bahats
Dalalil istisyhad, hasan bin nur
Nuhbathul fikr, Ibnu Hajr
Tuqyidul wal iydoh
Nahwu dan Shorof :
Al jurumiyah
Al Mu’thamimah fil Jurumiyah
Tuhfathu Tsaniyah
Tuhfathul Wusobiyah
Mumti’ Syarah Jurumiyah, malik Al Mahdzari
Qotru nada
Syarah Ibnu Aqil
Syarah Muhlatul I’rob
Syarah Syadzurul dzahab
Syarah auda masalik
Syarah lamiyah, ibnu malik
Syarah minal alfiyah
Mugnie labib
Kitabul Balaghoh
Madkhul fil ilmi shorof
Fathul Wadhid fil shorof
(Kitab-kitab lainnya)
Pelajaran-pelajaran lainnya:
Qowaidul Imla’
Iqro’ Qiro’ati
Mufrudul ilmi fi rosmil qolam
Uktub Kitabati
Al Qowa’ fi Sya’riyah
Al auzan Sya’riyah. (
dan banyak kitab lainnya selain dari yang telah kami sebutkan)

sumber: isnad.net

Ada apa di Darul Hadits Dammaj

بسم الله الرحمن الرحيم
Sebagai gambaran sekilas tentang keadaan di sekitar Darul Hadits Dammaj, berikut laporan pandangan mata :

KOMPLEK MA’HAD DARUL HADITS DAMMAJ
  1. Bangunan Mesjid 3 Lantai
    Lantai dasar difungsikan sebagi tempat tinggal santri yang belum berkeluarga, Lantai 1 berfungsi sebagai mesjid adapun lantai 2 terbagi beberapa fungsi yaitu Perpustakaan umum, Musholla wanita, ruang kesehatan dan ruang terbuka untuk menggelar sebagian pelajaran.
  2. Bangunan WC 3 lantai ( 63 Pintu)
  3. Bangunan 2 lantai disisi kiri Mesjid, Lantai 1 terbagi menjadi 2 ruangan belajar utnuk anak-anak dilengkapi dengan kursi dan meja dan lantai dua adalah ruangan kosong untuk menggelar sebagian pelajaran dan mengadakan pertemuan.
  4. Bangunan 3 Lantai di Arah Kiblat Mesjid, Lantai dasar adalah Dapur dan gudang makanan, Lantai 1 terbagi menjadi ruang tamu dan tasjilat Ma’had sedangkan lantai 2 difungsikan tempat tinggal santri.
  5. Ruang keamanan untuk Kabilah Wadi’i
SEKITAR MA’HAD DARUL HADITS DAMMAJ
  1. Rumah Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuuri Hafidhahullah
  2. Rumah Syaikh Ahmad Al Wushobi Hafidhahullah
  3. Warung Internet (Warnet)
  4. Warung Telekomunikasi (Wartel)
  5. Counter Handphone
  6. Buah Toko Obat
  7. Poliklinik Milik Pemerintah Yaman
  8. Tempat berobat milik santri
  9. Toko Kitab
  10. Toko Bangunan dan Alat Rumah Tangga
  11. Rumah Makan
  12. Belasan Penjaja Makanan kecil
  13. Toserba (Elektronik, Pakaian, Sandal, Alat tulis dll)
  14. Toko Peralatan tidur dan Pakaian
  15. Kios Penjual Sayur dan Buah-buahan
  16. Kios Penjual Ayam Potong
  17. Penjual Ikan
  18. Kios Barang produk dari Indonesia
  19. Binatu (Laundry)
  20. Tempat Pangkas Rambut
  21. Tempat Servis Elektronik
  22. Toko Semabako dan Sandang Pangan
  23. Toko Madu
Gambaran kami ketika datang kesini hampir dua tahun yang lalu tentang Dammaj yang terbelakang, minim fasilitas serta susahnya mendapatkan barang kebutuhan ternyata juga masih menghinggapi ikhwan-ikhwan yang baru datang, dan tampaknya seperti itu pulalah yang masih menjadi anggapan sebagian besar Salafiyyin di Indonesia.Padahal Dammaj saat ini bukanlah Dammaj lima tahun yang lalu atau bahkan setahun yang lalu, Dammaj begitu cepat berubah… tahun lalu tak ada… hari ini telah ada.. kemarin belum ada, sore nanti sudah tersedia…..
Oleh sebab itu kami akan gambarkan secara global apa-apa yang ada di Dammaj dengan tujuan untuk merubah anggapan tentang Dammaj yang terbelakang yang selama ini telah menjadi momok menakutkan bagi sebagian orang. Sehingga mudah-mudahan para orangtua tidak lagi berat melepaskan anak-anaknya untuk berangkat kesini dan juga agar memudahkan ikhwan-ikhwan yang berangkat kesini untuk mengetahui apa yang perlu mereka bawa dari Indonesia dan apa tidak perlu mereka bawa.
SARANA TELEKOMUNIKASI
Telepon PSTN
Telepon Via Internet (VOIP : Mediaring, NTN)
Layanan HP GSM Yaman (Sabafon, Spacetel)
Layanan HP CDMA Yaman (Yemen Mobile)
Internet (Yemennet)
Adapun layanan HP GSM Jaringan Indonesia yang berfungsi dengan baik di Dammaj ada 2 Perusahaan yaitu Telkomsel dan Indosat (Kartu Hallo, Matrix, Simpati dan Mentari) akan tetapi sebagian besar ikhwan Indonesia di sini menggunakan kartu mentari dari Indosat di karenakan memiliki tarif yang lebih murah untuk biaya sms yaitu sebesar 1600/sms berbeda jauh dengan Simpati yang mengenakan biaya 3000/sms ke Indonesia.
PENGIRIMAN SURAT ATAU BARANG
Ma’had memiliki alamat Kotak Pos yang dapat digunakan oleh seluruh komponen Darul Hadits Dammaj untuk melakukan kegiatan surat menyurat atau pengiriman barang dari dan ke luar Darul Hadits Dammaj . Alamat tersebut adalah :
PO. BOX 90070 Sa’ada
Republic Of Yemen.
Menurut pengalaman kami, surat atau barang yang dirikirim dari Indoneisia melalui PT Pos dan Giro sampai ke Darul Hadits Dammaj dalam jangka waktu kurang dari 1 bulan, begitu juga sebaliknya. Bahkan kami pernah mengirim barang dengan jasa titipan kilat ke Indonesia dan sampai dalam waktu hanya 4 hari walaupun tarifnya sangat tinggi.
KEBUTUHAN SEHARI-HARI
Semua kebutuhan sehari-hari dengan mudah didapatkan di sini, sebagian adalah produk asli Negara Yaman, lalu ada juga yang berasal dari Indonesia, Cina dan negara-negara tetangga seperti Turki, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab., sehingga antum-antum yang hendak berangkat kesini tak perlu repot-repot membawa barang-barang tersebut dari Indonesia. Diantaranya :
Sabun Mandi : (Lux,GIV,Lifebuoy,Dove,Camay dll )
Sabun Cuci : (Rinso,Crystal,Whitecat,Wildcat,Ariel dll)
Pasta Gigi : (Ciptadent,Signal.Smile,Colgate dll)
Shampo : (Heads and Shoulders,Emeron,Sunsilk,Dove dll)
MAKANAN SEHARI-HARI
Hampir semua jenis sandang pangan kebutuhan pokok semakin mudah didapatkan di Dammaj, bahkan makanan asli Indonesia pun saat ini dengan mudah diperoleh, seperti : Kecap, Terasi, Kacang Hijau, Sambal Pedas, Bubur Mutiara, Gula Merah, Bumbu Instant,Kopi Instant dll.
ELEKTRONIK
Barang Elektronik juga tak jauh berbeda, hampir semua kebutuhan antum dapat dengan mudah didapatkan di Dammaj.
Tape Recorder : (Sony, Sanyo, Panasonic dll)
Mini Compo : (Panasonic, Sanyo)
Charger Baterai : (Energizer, MW, JEC dll)
Baterai Charger : (Sony, Panasonic, Sanyo, Energizer dll)
Handphone : (Nokia dan LG)
MP3 & MP4 Player : (Sun, Sony dll)
Jam Tangan : (Casio, Q&Q, Omax, Namora dll)
Akan tetapi khusus MP3 dan MP4 Player, sebaiknya antum membelinya di Indonesia, karena yang tersedia di Dammaj adalah merk yang kurang dikenal dengan kualitas yang tidak terlalu bagus.
ALAT TULIS
Alat tulis yang dibutuhkan seperti Pulpen (Tinta/Gel),Pensil Elektrik, Type-Ex,Stabillo dll dari berbagai macam merk (Pilot,Staedler,Rotring, dll) telah tersedia disini. Hanya saja harga buku tulis disini jauh lebih mahal dari Indonesia, karena memang yang kami lihat pada sebagian besar buku tulis yang beredar di Yaman, tertulis “Made in Indonesia”
PERALATAN TIDUR DAN PAKAIAN
Peralatan tidur yang tersedia : (Kasur, Selimut, Kelambu, Bantal dll)
Pakaian : (Kaos,sarung Tangan Tebal, Kaos kaki,Jaket dengan berbagi jenis, Topi dingin, Celana pendek, Sarung Indonesia dll)
OBAT-OBATAN
Di Dammaj terdapat sediktnya 3 toko obat yang selama ini dapat memenuhi kebutuhan santri apabila mengalami sakit atau kondisi fisik yang sedang menurun. Akan tetapi tentunya ada beberapa obat asli Indonesia yang memang tidak didapatkan disini. Akan kami sebutkan beberapa obat yang dibutuhkan disini dan juga beberapa jenis penyakit yang banyak terjadi di kalangan santri, sehingga antum-antum dapat menyiapkan obatnya apabila memiliki kelebihan rejeki.
Obat-obat yang dibutuhkan dan tidak didapatkan di Dammaj seperti Albothyl (Obat Sariawan) lalu obat-obat alami untuk melunturkan batu ginjal dikarenakan kandungan kapur pada Air di sekitar Dammaj sangat tinggi
Adapun penyakit yang paling sering menghinggapi sebagian ikhwan yaitu : Flu, Pilek, Demam, Batuk, radang Tenggorokan dan Mencret.
Bagi antum yang memiliki penyakit khusus dengan obat tertentu, maka sebaiknya membawanya dalam jumlah yang banyak sebagai persediaan pribadi.
APA YANG TIDAK ADA DI DAMMAJ
Setelah ana gambarkan secara global apa yang ada di Dammaj, maka kini ana akan sebutkan beberapa kebutuhan yang memang belum didapatkan di Dammaj.
Diantaranya :
1. Sleeping Bag (Kantung Tidur), sebagian ikhwan menganggap Sleeeping Bag sebagai kebutuhan mendasar dikarenakan Dammaj yang dalam setengah tahun mengalami musim dingin, tatapi sebagian ikhwan lainnya menganggap tidak perlu dikarenakan sudah tercukupi dengan selimut yang telah banyak tersedia di Dammaj. Ana sendiri menganggap Selimut tebal yang banyak tesedia di Dammaj lebih memadai untuk menghangatkan diri dibanding Sleeping Bag yang ana bawa dari Indonesia.
2. Pakaian Dalam, sangat susah untuk mendapatkan pakaian dalam di Dammaj terutama untuk ikhwan. Ana sarankan bagi yang mau berangkat untuk memperbayak persediaan pakaian dalam.
3. Kabel Rekam dari Tape ke Tape
4. Kaos Kaki tebal layaknya milik TNI tidak didapatkan di sini, yang ada hanya Kaos kaki biasa yang relatif tipis dan kurang memadai apabila digunakan pada saat musim dingin.
5. Tas Ransel bagi yang antum terbiasa memakainya,.
Inilah sekilas yang bisa ana gambarkan, semoga bisa mempermudah antum yang akan segera berangkat ke Darul Hadits Dammaj.

sumber: isnad.net

Keistimewaan Darul Hadits Dammaj

بسم الله الرحمن الرحيم
10 (Sepuluh) Keistimewaan ini kami tulis bukanlah bermaksud untuk merendahkan Ma’had Ahlu Sunnah yang lainnya, karena tentunya masing masing ma’had memiliki kelebihan yang tidak di miliki oleh ma’had lainnya.dan kami sebutkan 10 keistimewaan saja, bukan bermakna pembatasan bahwa keistimewaan Darul hadits Dammaj hanya ini saja,karena Darul Hadits Dammaj memililki banyak sekali kelebihan di banding tempat lainnya.
Dan semoga yang kami tulis ini semakin membuat bersemangat orang orang yang ingin berangkat ke Darul Hadits Dammaj dan membuat yang belum memilihi niat untuk berangkat menjadi tekad untuh rihlah menuntut ilmu ke Darul Hadits Dammaj.
  1. Darul Hadits Dammaj adalah ma’had ahlus sunnah pertama dan terbesar di Yaman,Disinilah paling banyak berkumpulnya para pengajar senior dari kalangan murid Asy-syaikh Muqbil bin Hadi Al-wadii
  2. Keamanan yang insya Allah terjamin dengan sebab perlidungan kabilah Asy-syaikh Muqbil bin hadi yaitu kabilah wadi’i.
  3. Berbeda dengan ma’had lainnya di yaman,di Darul Hadits Dammaj Yaman para penuntut ilmu berkewarganegaraan asing tidak di haruskan memiliki izin tinggal sementara (Iqomah) yang di keluarkan oleh pemerintah Yaman,hal ini konon di karenakan jasa jasa Asy-syaikh Muqbil bin Hadi Al wadi’I terhadap pemerintah,adapun di Ma’had lainnya,para penunut ilmu berkewarnegaraan asing di haruskan memiliki Iqomah,yang apabila tidak ta’ati dapat menyebabkan di deportasinya penunut ilmu dari negeri Yaman.Iqomah sendiri harus diperbahurui setiap tahunnya dengan biaya antara 150-200 dolar amerika,jumlah yang cukup besar untuk penuntut ilmu.
  4. Darul Hadits Dammaj memiliki perpustakaan ahlus sunnah terbesar di Yaman,memiliki koleksi puluhan ribuan judul buku.
  5. Terdapatnya para pengajar senior dari kalangan wanita yang tidak di dapatkan di ma’had lainnya,di antara mereka : Ummu abdillah binti syaikh Muqbil bin Hadi Al’Wadi’iyah.bayangkan saja bagi antum yang datang ke Darul Hadits Dammaj dengan membawa istri atau saudara perempuan,maka mereka akan mendapatkan keutamaan duduk langsung di hadapan para Ulama wanita.
  6. Posisi Darul Hadits Dammaj yang jauh dari kota sangat mendukung bagi para penuntut ilmu untuk berkonsentrasi dalam belajar dan menghapal,berbeda dengan ma’had yang ada di daerah sekitar kota,terkadang menjadi fitnah bagi para penuntut ilmu untuk melakukan jalan jalan atau rekreasi.
  7. Adanya pertemuan para Ulama Yaman yang rutin di adakan insya allah setiap tahun.pada saat itu kita dapat melihat dan mengambil faedah langsung dari para Ulama ulama besar di yaman,seperti : Asy-syaikh Muhammad bin Abdul wahhab AL –Wushobi,Asy-syaikh Muhammad AL-imam,Asy-syaikh’Abdul Aziz AL-buroi dan yang lainnya.
  8. Tidak di pungutnya biaya sama sekali dari para penuntut ilmu,baik dalam bentuk uang makan,uang pendidikan dan uang pemondokan.
  9. Insya allah ma’had selalu menyediakan makanan bagi para penuntut ilmu,sehingga para penuntut ilmu tidak perlu lagi sibuk mencari nafkah.
  10. Keindahan alam Dammaj yang merupakan perpaduan kehijauan kebun kebun anggur dan gandum dengan batu-batuan cadas,pemandangan yang tidak terdapat di negeri kita.
sumber: isnad.net

Tanya-Jawab tentang Darul Hadits Dammaj

بسم الله الرحمن الرحيم
  1. Bagaimana metode pelajaran Darul Hadits Dammaj ?
    Metode pengajaran di da’rul hadits dammaj adalah dengan cara tal’qin, yaitu sang pengajar membacakan kitab dan menerangkannya kepada santri di selingi dengan tanya jawab. dan biasanya sebelum di mulainya pelajaran di lakukan muroja’ah (mengulang pelajaran yang telah lewat) dengan cara sang pengajar bertanya kepada santri.Adapun pelajaran umum asy-syaikh Yahya bin ‘Ali al-Hajuri -semoga Alloh menjaganya- biasannya di mulai dengan anak-anak yang mendengarkan hafalannya, baik hafalan AL Qur’an,hadits atau matan matan kitab para ulama.setelah itu asy- syaikh yahya bin ali AL-Hajuri hafidhohulloh menjawab pertanyaan pertanyaan yang di ajukan lewat kertas.kemudian beliau memulai pelajaran diselingi dengan melakukan pertanya’an pertanya’an kepada santri.terkadang juga pelajaran di selingi dengan pembacaan bait bait sya’ir atau memberi fatwa-fatwa atas pertanyaan-pertanyaan dari berbagai daerah dan negara.Khusus pelajaran shohih AL-Bukhori dan AL-Jami’us shohih,di tekankan bagi santri untuk menghapal hadits yang telah di baca pada pelajaran sebelumnya secara berdiri.biasanya asy-syaikh yahya bin Ali AL-Hajuri hafidhohulloh meminta menghapal berdasarkan urutan shof,yakni dari shof terdepan sampai kebelakang,terkadang beliau juga meminta pada santri menghapal berdasarkan daerah,kabilah atau negara.
  2. Dimanakah terletak Darul Hadits Dammaj ?
    Darul hadits dammaj terletak di Dammaj, Provinsi Sho’dah Republik Yaman.
  3. Siapakah yang mendirikannya Darul Hadits Dammaj
    Bermula dari dakwah oleh asy-syaikh Muqbil bin Hadi AL-Wadi’I sepulang beliau menuntut ilmu di negeri saudi arabia kurang lebih pada tahun 1400 H. diMulai dengan membangun masjid terbuat dari tanah yang di bangun oleh karib kerabatnya dan kemudian datanglah penunutut ilmu dari berbagai penjuru yaman dan juga mesir.akhirnya masjid telah ada di perluas.kemudian di bangunlah masjid baru yang lebih luas tak seberapa jauh dari masjid semula.dan pada tahun 1419 H di bangunlah masjid yang jauh lebih besar dan pada tahun 1426 H kembali di perluas sampai seperti yang terlihat sekarang. (sumber: Rohalat da’wah Asy-syaikh Muqbil,abu romzi AL-Wadi’i)
  4. Sepeninggal Asy-syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’I,siapakah yang mengantikan beliau menjadi mudir Darul Hadits Dammaj ?
    Sepeninggal Asy-syaikh Muqbil bin Hadi pada hari ahad tanggal 1 jumaidil Ula 1422 H di Rumah sakit King Faishol Saudi Arabia,maka berdasarkan wasiat terakhir beliau menggantikan beliau sebagai mudir ma’had adalah Asy-syaikh yahya bin ali hafidhohulloh.
  5. Apa saja yang di ajarkan di Darul Hadits Dammaj ?
    Hampir semua cabang ilmu syar’i di ajarkan di Darul hadits Dammaj, seperti : Tauhid, AQidah, Nahwu, Lughoh, Hadits, Tafsir, Fiqih dan lain lainya.
  6. Siapa saja para pengajar di Darul Hadits Dammaj ?
    Pengajarnya sangat banyak, dari kalangan Masyaikh maupun mustafid, diantara para Masyaikh adalah :Asy-syaikh Jamil As-Shilwi, Asy-Syaikh Ahmad AL-Wushobi, Asy-Syaikh Zayid AL-Wushobi, Asy-Syaikh Abu Amr Al-Hajuri, Asy-Syaikh Abul Hasan ‘Ali Ar-Rozikhi, Asy-Syaikh Muhammad bin Hizam dan Para Mustafid di antaranya adalah : Abu Bilal AL-Hadromi, Abul ‘Abbas As-syihri, Hasan Bin Nur, Adnan Adz-Dzammari dan banyak lagi yang tidak dapat kami sebutkan semuanya.
  7. Bagaimana jadwal belajar mengajar di Darul Hadits Dammaj ?
    Sebelumnya perlu untuk di ketahui bahwa pelajaran yang ada didarul hadits dammaj terbagi 2 : pelajaran umum dan pelajaran khusus.pelajaran umum di ajarkan langsung oleh Asy-Syaikh Yahya bin Ali hafidhohulloh,adapun jadwalnya sebagai berikut :Ba’da Dhuhur : Tafsir Ibnu katsir (senin,Rabu dan Sabtu)Ba’da Dhuhur : AL-Jamius sholih Karya Asy-syaikh Muqbil bin Hadi (Selasa,Kamis,danAhad)
    Ba’da Ashar : Shohih AL-Bukhori (setiap hari)
    Ba’da Magrib : Syarah Shohih Muslim,’Umdatul Fiqh (karya ibnu qodamah), sunan sughro (Karya AL Imam baihaqi), Iqtidho shirothol mustaqiem (karya syaikhul islam ibnu taimiyah Rohimahulloh) pelajaran UMUM ini wajib di ikuti oleh seluruh santri maupun para pengajar di Darul Hadits dammaj.  Adapun pelajaran khusus di ajarkan para masyaikh dan para mustafid,pelajaran khusus ini tidak di wajibkan bagi setiap santri,masing masing santri bebas memilih pelajaran yang di inginkan berdasarkan kemauan dan kemampuan.
    Selain pengajar pria, Darul Hadits Dammaj memiliki pengajar dari kalangan wanita yang tidak asing lagi di kalangan salafi sedunia,di antaranya : Ummu Abdillah bintu Asy-Syaikh Muqbil,Ummu Salamah As-Salafiyah,Ummu Syu’aib AL –Wadi’iyah. dan sebagainya.
  8. Apakah disyaratkan bagi ingin menunut ilmu di Darul Hadits Dammaj harus sudah pandai bahasa Arab dan Memiliki dasar keilmuan memadai ?
    Tidak disyaratkan bagi ingin menuntut Ilmu di Darul Hadits Dammaj harus sudah pandai bahasa arab atau memiliki dasar ke’Ilmuan,bahkan banyak santri yang berasal dari Eropa dan Amerika datang dalam keadaan baru saja masuk islam,yang mereka tidak mampu berbahasa arab dan membaca AL Quran.
  9. Siapa saja dari kalangan Ulama yang pernah belajar di Darul Hadits Dammaj ?
    Susah di sebutkan satu persatu, karena hampir semua Ulama Yaman berasal dari Darul Hadits Dammaj,di antara mereka : Asy-Syaikh Muhammad abdul wahhab AL-Wushobi, Asy-Syaikh Yahya bin Ali AL-Hajuri, Asy-Syaikh Abdul Aziz Al-Buroi,ASY-Syaikh Muhammad AL imam, Asy-Syaikh abdulloh Utsman, Asy-Syaikh Muhammad As-Shumali,Asy-Syaikh Utsman As-Salimi dan banyak lagi.
  10. Darimana saja para penuntut ilmu Darul Hadits Dammaj ?
    Santri Darul Hadits Dammaj saat ini berasal lebih dari 50 negara,di antaranya berasal dari : Indonesia, Malaysia,India, Inggris,Amerika, Italia, Jerman, Swedia, Palestina, Mesir, Saudi Arabia,Kazakhstan, Trinidad, Somalia dan banyak Negara lainya.
  11. Berapa biaya yang di butuhkan untuk dapat belajar di Darul Hadits Dammaj ?
    Menuntut ilmu di Daarul Hadits Dammaj sama sekali tidak di pungut biaya,baik biaya pendaftaran,biaya makan,biaya pendidikan,biaya pemondokan dan segala jenis pungutan lainnya.
  12. Apabila saya menuntut ilmu Darul hadits Dammaj, bagaimana tinggal dan makan saya ?
    Alhamdulillah, Ma’had Darul Hadits Dammaj menyediakan tempat tinggal bagi para santri yang tidak mampu membeli kamar (rumah),ada 2 ruangan besar yang di peruntukan sebagai asrama.adapun makan bagi para santri di sajikan 3 kali sehari.
  13. Kapan di mulainya pendaftaran santri baru Darul Hadits Dammaj ?
    Darul Hadits Dammaj Tidak mengenal sistem masa pendaftaran,kapan saja santri datang maka insya allah akan di terima,hal ini di karenakan pelajaran terus berlangsung secara kontinyu secara berulang ulang baik oleh pengajar yang sama atau pengajar yang berbeda.tanpa ada istilah tahun ajaran atau masa pelajaran.
  14. Berapa umur minimal untuk dapat belajar di Darul Hadits Dammaj ?
    Tidak ada batasan umur untuk dapat belajar di Darul Hadits Dammaj,siapapun bisa datang dan belajar mulai anak anak sampai lanjut usia.akan tetapi bagi anak anak di bawah umur di haruskan adanya wali seperti orang tua,kakak,paman atau siapapun yang mampu untuk bertanggung jawab terhadap anak tersebut.
  15. Kapan santri Darul Hadits Dammaj mengalami liburan ?
    Tidak ada istilah libur di Darul Hadits Dammaj, terutama pelajaran umum Asy-Syaikh Yahya. Walaupun hari jum’at, bulan Ramadhan atau hari I’ed sekalipun. Pelajaran umum di liburkan ketika sholat jum’at adanya sholat jenazah. Ketika Asy-syaikh Yahya berhalangan berhalangan karena sakit atau sedang safar beliau di gantikan oleh masyaikh lainnya, dan biasanya yang mengantikan beliau adalah syaikh jamil.
  16. Berapa Lama masa pendidikan di Darul Hadits Damma ?
    Tidak ada istilah masa pendidikan atau masa kelulusan bagi menuntut ilmu di Darul Hadits Dammaj,selama apapun penuntut ilmu ingin belajar di Darul Hadits Dammaj maka dia di ijinkan selama bersemangat dan menjada adab adab.bahkan sebagian santri banyak yang memboyong keluarganya dengan niat hijroh dan tidak berniat kembali ke negeri asalnya.terutama santri yang berasal dari negeri negeri kafir seperti Amerika dan Eropa.
  17. Apabila saya menempuh pendidikan di Darul Hadits Dammaj,apakah saya akan mendapatkan gelar atau ijazah ?
    Tidak, antum tidak akan mendapatkan gelar atau ijazah.karena metode pendidikan di Darul Hadits Dammaj di bangun Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi di atas metode salaf.
  18. Berapa jumlah santri Darul Hadits Dammaj saat ini ?
    Wallahu’Alam,menurut kabar yang kami ketahui,saat ini ada sekitar 4000 santri di tambah 2000 kepala keluarga berada di Darul Hadits Dammaj.
  19. Berapa jumlah santri indonesia di Darul Hadits Dammaj saat ini ?
    Jumlah santri indonesia saat ini kurang lebih 200 santri dan 17 keluarga.
  20. Apakah keberadaan santri indonesia di Darul Hadits Dammaj di ketahui pemerintah indonesia ?
    Tentu, sedikitnya telah dua kali bapak-bapak kedutaan Besar Republik indonesia yang berkedudukan di son’a berkunjung ke Darul Hadits Dammaj untuk melakukan dialog dan pendataan.Bahkan mereka sempat di jamu oleh Asy-Syaikh Yahya dan beliau pernah memuji pemerintah indonesia di majelis umum sebagai pemerintah yang mencintai kebaikan jadi tidak benar apabila santri indonesia di Darul Hadits Dammaj di anggap sebagai pendatang liar tanpa sepengetahuan pemerintah indonesia.
  21. Bagaimana hubungan Darul Hadits Dammaj dengan pemerintah Yaman ?
    Semenjak zaman Asy-Syaikh muqbil hingga saat ini,hubungan Darul Hadits Dammaj dengan pemerintah Yaman berjalan sangat baik.bahkan banyak dari kalangan tentara pemerintah Yaman yang juga menjadi santri Darul Hadits Yaman.
  22. Apakah boleh saya membawa keluarga ke Darul Hadits Dammaj ?
    Silahkan,insya allah itu akan membuat antum akan semakin betah di Darul Hadits Dammaj.
  23. Apabila saya membawa keluarga,bagaimana dengan tempat tinggal dan nafkah saya ?
    Apabila antum tidak memiliki biaya untuk membeli rumah,maka ma’had memiliki banyak rumah da’wah yang bebas di tempati santri yang membawa keluarga.akan tetapi biasanya akan menunggu dahulu sekitar 1 atau 2 bulan sampai mendapatkan rumah yang siap di huni.untuk nafkah,ma’had insya allah memberikan santunan kepada para keluarga setiap bulannya,walaupun jumlahnya tidak terlalu besar terkadang juga ma’had membagikan tepung,minyak dan semisalnya bagi para santri yang berkeluarga.  Dan para santri di ijinkan mencari nafkah dengan berdagang,membuka wartel/warnet,menjadi supir,tukang bangunan dll. selama hal tersebut tidak membuat mereka sibuk dan meninggalkan pelajaran pelajaran.
  24. Apakah semua pelajaran di Darul Hadits Dammaj Di sampaikan dalam bahasa Arab ?
    Tidak, terkadang di buka pelajaran sesama ihkwan senegara (seperti khusus ihkwan indonesia),atau terkadang di buka pelajaran khusus orang asing dengan bahasa inggris dan biasanya pelajaran ini bagi yang belum pandai bahasa arab.
  25. Bagaimana keamanan di dammaj,karena kami dengar saat ini terjadi perang saudara ?
    Kurang tepat kalau di katakan sebagai perang suadara,yang benar adalah perang antara pemberontakan syi’ah melawan pemerintah yaman.Darul Hadits Dammaj sendiri berjalan normal seakan akan tidak ada sesuatu terjadi.dan perang sendiri di akhiri dengan gencatan senjata sekitar 2/3 bulan yang lalu.
  26. Bagaimana dengan isu terorisme yang juga menyebutkan negeri yaman sebagai salah satu negeri asal teroris ?
    Wallahu’alam,yang jelas Darul Hadits Dammaj tidak terkait sama sekali dengan terorisme,AL –Qaeda atau Usamah bin laden.ini pun sudah tercermin dari ucapan Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi terhadap Usamah bin laden : “ (Usamah bin laden) termasuk dari orang tertipu dan terkelabui “ dan beliau juga mengucapkan “ Tidak sepantasnya mengambil’Ilmu dari Usamah bin laden atau Al Misyari….Dan juga tercermin dari sikap para da’I da’I ahlus sunnah yang pernah mengenyam pendidikan Darul Hadits Dammaj.
  27. Saya orang awam yang baru mengenal da’wah salafi,Bolehkan saya langsung berangkat ke Darul Hadits Dammaj ?
    Silahkan, jangan di tunda tunda.
  28. Apakah Darul Hadits Dammaj hanya di khususkan untuk orang memiliki tubuh sempurna ?
    Tidak,ada beberapa santri di Darul Hadits Dammaj yang memiliki semangat belajar dalam keadaan mereka buta,atau memakai kursi roda atau tongkat.
  29. Bolehkah saya melakukan ziaroh saja ke Darul Hadits Dammaj,tidak untuk tinggal dalam waktu lama menuntut ilmu ?
    Silahkan,semoga setelah antum melihat keistimewaan Darul Hadits Dammaj akan membuat anda tertarik untuk tinggal dalam waktu lama.
  30. Apakah bagi yang berkeluarga ada batasan waktu belajar di Darul Hadits Dammaj sekitar 2 tahun ?
    Tidak ada batasan bagi yang sudah berkeluarga,apalagi sudah ada persetujuan dari pihak keluarga,maka dia bisa tinggal lebih lama.  
  31. Bagaimana Keadaan cuaca di Dammaj ?
    Ada beberapa musim di Dammaj:
    Musim Panas : tidak terlalu panas,orang orang indonesia pun mampu tinggal di musim panasnya seimbang dengan indonesia.  Musim dingin : Musim dingin ini berlangsung sekitar 3 bulan,dinginnya tidak terlalu,rata rata orang indonesia mampu menghadapi musim dingin.
  32. Buah buahan apa yang ada di Dammaj ?
    Banyak buah buahan yang ada di Dammaj,yang mendominasi di Dammaj adalah anggur,delima,apel,tin dan lain lainnya.Adapun Tamr (kurma) juga banyak,akan tetapi di datangkan dari Hadromaut,Saudi Arabia dan lain lainnya.
  33. Menu setiap hari di makan thulabul ilmi ?
    Pagi hari khubz (roti) bersama idam.siang hari : nasi dengan sayuran.Malam hari : khubz (roti) bersama idam kembali khusus bulan ramadhan biasanya sebulan penuh dengan daging ayam,kambing,unta.kadang satu nampan 1 ayam / 2 ayam untuk sepuluh orang.
  34. Bisakah kita menikah dengan orang yaman ?
    Bisa juga menikah dengan wanita yaman khususnya orang orang yang mampu karena mahar penikahan di yaman cukup mahal.
  35. Bagaimana pepohonan yang ada di Dammaj ?
    Banyak pepohonan di Dammaj terdiri dari pohon Sidr (bidara),atsl ( cemara ),delima,anggur,dsb.
  36. Darimana mereka memperoleh air ?
    Karena keadaan hujan yang jarang turun,mereka biasa mengambil air dengan memakai pompa untuk menyedot air yang ada di bawah tanah selanjutnya air tersebut di gunakan untuk kebutuhan manusia-hewan serta di gunakan untuk pengairan kebun.
  37. Apakah benar bahwa Dammaj itu ilegal (tidak resmi) ?
    sebenarnya penamaan ini tidak tepat,bahkan pemerintah Yaman mengetahui Dammaj dengan sebenar benarnya karena syaikh muqbil pun masi sekabilah dengan presiden’ALI’Abdulloh Sholih.Syaikh Yahya sering di minta berkali kali oleh presiden untuk hadir di pertemuan khusus.Demikian pula pihak keamanan selalu singgah di Dammaj dan mereka di muliakan.bahkan akhir akhir ini pemerintah yaman meminta thullab Dammaj membantu pemerintah untum membasmi orang orang Syiah dan berusaha mengulingkan pemerintah Yaman.
  38. Kenapa di Dammaj tidak di beri Iqomah (ijin tinggal)?
    Sebenarnya ini permasalahan politik yang berkaitan dengan negara negara yang benci pada Dammaj,oleh karena itulah pemerintah tidak memberi Iqomah,akan tetapi pada prateknya pemerintah membolehkan tinggal di Dammaj sepuas puasnya.
  39. Keadaan penduduk Dammaj?
    Rata-rata mereka sangat memuliakan Thullab Dammaj,Terlebih lagi terhadap orang Indonesia yang memiliki ahklak yang lebih baik sehingga mereka sering mengundang makan,member buah anggur,Apel,Delima,dsb
  40. Berapa biaya yang di butuhkan untuk pergi ke Dammaj?
    Sekitar 1500 US$, Karena harus mengambil tiket pulang pergi ,dan tiket pulang itu bisa di ambil kembali setelah dirinya kembali ke Indonesia.
  41. Peralatan apa saja yang perlu di bawa?
    Sebenarnya tidak perlu membawa peralatan yang banyak karena semua keperluan tersebut bisa di dapatkan di Dammaj,mulai kasur,selimut,buku tulis,pena bahkan buku pelajaran relatip lebih murah di bandingkan dengan Indonesia.mungkin bagi pemula bisa membawa kamus munawir,kamus Mahmud yunus dsb yang memang tidak di dapati di sana.
  42. Apakah ada denda kalau kita tinggal di Dammaj karena tidak memilikI Iqomah ?
    Dulu memang ada denda,akan tetapi 5 tahun terakhir ini sudah tidak ada denda lagi,apalagi dia bisa melobi kepada orang ahli di sana.
  43. Rumah di Dammaj terbuat dari apa ?
    Rata-rata rumah di Dammaj terbuat dari tanah,namun tanah itu sendiri kekuatannya luar biasa.banyak rumah tanah yang bertingkat yang sudah ratusan tahun tapi masi berdiri kokoh,termasuk rumah syaikh muqbil yang sekarang sudah di huni oleh murid muridnya.dan sekarang sudah mulai ada rumah yang terbuat dari semen yang mengikuti perkembangan jaman.
  44. Bagaimana kalau kita sakit di sana ?
    Di Dammaj sendiri ada poliklinik yang mampu menolong penderita sakit biidznillah.Namun kalau sakitny sangat parah seperti paru paru,lepra,operasi,dsb biasanya di bawa ke sho’dah dengan tidak di pungut biaya sepeserpun.karena rumah sakit sho’dah ini adalah bantuan dari kerajaan Saudi Arabia.
  45. Apakah pemerintah Yaman membantu Thullab Darul Hadits Dammaj ?
    Alhamdulillah,Pemerintah Yaman sangat membantu Thullab Darul Hadits Dammaj,setiap tahun member uang kepada thullab,dan kalau mereka pulang menuju negaranya juga tidak ada denda sama sekali,tidak sebagaimana jaman sebelumnya.
  46. Apabila saya ingin berkirim surat kepada para Ulama yang ada di Darul Hadits Dammaj seperti Asy-syaikh yahya,Asy-syaikh Jamil,atau Asy-syaikh Abul hasan’Ali Ar-Ro’zikhi atau kepada teman/kerabat saya,kemana surat tersebut harus saya alamatkan ?
    Silahkan alamatkan ke : Der EL Hadets Dammaj,PO.BOX 90070 Sa’da Republic Of Yemen. 

 sumber: isnad.net

Keragu-raguan dalam Ibadah dan Solusinya

بسم الله الرحمن الرحيم


Sebelum masuk ke permasalahan, ada kaidah fiqih penting yang perlu dipahami karena berkaitan dengan pembahasan, yaitu:
(اليَقِيْنُ لَا يَزُوْلُ بِالشَّكِّ)[1]
Artinya: Keyakinan tidak bisa dihilangkan dengan keraguan.
Makna kaidah: Perkara yang meyakinkan tidak bisa diangkat hukumnya kecuali dengan bukti nyata bukan semata-mata keraguan. Sehingga apabila muncul keraguan pada suatu perkara maka hukumnya dikembalikan kepada hukum yang diyakini pada perkara tersebut sebelum keraguan itu muncul.[2]
Dalil kaidah (diantaranya): ‘Abdulloh bin Zaid Rodhiyallohu ‘Anhu mengisahkan tentang seorang lelaki yang datang kepada Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi wa Sallam mengadukan bahwa ketika sholat dia menduga dirinya telah berhadats, maka Rosululloh bersabda:
«لاَ يَنْصَرِفُ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا»
“Jangan kamu tinggalkan sholat sampai kamu mendengar suara atau mendapatkan bau” (HR Bukhory-Muslim)
Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi wa Sallam juga bersabda:
«إِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ فِى بَطْنِهِ شَيْئًا فَأَشْكَلَ عَلَيْهِ أَخَرَجَ مِنْهُ شَىْءٌ أَمْ لاَ فَلاَ يَخْرُجَنَّ مِنَ الْمَسْجِدِ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا»
“Apabila salah seorang diantara kalian mendapatkan ‘sesuatu’ di perutnya, sehingga samar baginya apakah ada yang keluar dari (perut)nya atau tidak. Maka janganlah dia keluar dari masjid (yakni memutus sholat-pen) sampai mendengar suara atau mendapatkan bau” (HR Bukhory dari Abu Hurairoh Rodhiyallohu ‘Anhu)
Sisi Pendalilan: Pada hadits-hadits di atas, hukum asal masuknya seseorang ke dalam sholat adalah dalam keadaan berwudhu’. Maka wudhu’nya tidak bisa dihukumi batal sampai dia benar-benar yakin kalau dia telah berhadats.
CATATAN PENTING:
Kaidah ini diterapkan jika orang tersebut tidak memiliki “Dugaan kuat” dalam perkara yang diragukannya itu. Apabila dia memiliki dugaan kuat terhadap salah satu kemungkinan, maka dia beramal dengan dugaan kuatnya itu. Karena syari’at membolehkan beramal dengan “Dugaan kuat” ketika tidak bisa beramal dengan sesuatu yang yakin.
Diantara dalilnya:
وَإِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ فَلْيَتَحَرَّ الصَّوَابَ فَلْيُتِمَّ عَلَيْهِ
“Apabila salah seorang kalian ragu dalam sholatnya maka carilah mana yang benar, kemudian sempurnakanlah sholat di atas (pilihannya) itu.” (HR Bukhory-Muslim dari Ibnu Mas’ud Rodhiyallohu ‘Anhu)
Sisi pendalilan: Rosululloh memerintahkan untuk mencari mana yang lebih benar (tentunya dengan melihat indikasi-indikasi) dalam keadaan munculnya keraguan, dan ibadah tetap diteruskan.
PENGARUH KERAGUAN DALAM IBADAH
Sebagai gambaran singkat, ada tiga kondisi munculnya keragu-raguan. Keraguan menjelang melakukan ibadah, di pertengahan ibadah atau setelah ibadah. Kita ambil masalah wudhu’ sebagai contoh karena banyak orang tertimpa was-was dalam masalah ini.
Menjelang wudhu’. Seseorang mendatangi masjid dan melewati tempat wudhu’ ketika imam sudah di rakaat terakhir. Dia ragu apakah dia telah wudhu’ atau belum ?
Dijawab dengan kaidah. Kembalikanlah kepada hal yang diyakini sebelum munculnya keraguan ini. Apakah sebelum datang ke masjid, dia sempat melakukan sholat dua rakaat di rumahnya atau tidak ? Jika jawabnya “Ya”, maka hukum asal sebelum munculnya keraguan: “Dia telah berwudhu’” karena dia telah sholat dua raka’at di rumah yang tentunya dalam keadaan berwudhu’. Maka dia langsung ikut bersama imam tanpa wudhu’ dan jangan pedulikan keraguan yang sempat muncul[3]. Jika jawabnya “Tidak”, maka tidak ada baginya indikasi yang menunjukkan bahwa dia telah berwudhu’. Oleh sebab itu hukum asal sebelum muncul keraguan: “Dia dalam keadaan berhadats’”, maka wajib baginya untuk berwudhu’[4] walaupun dia bakal ketinggalan jama’ah bersama imam. Karena bagi orang yang ragu apakah dia telah melakukan sesuatu atau tidak, hukum asalnya: “Dia belum melakukannya”[5].
Di pertengahan wudhu’. Seseorang ragu apakah dia buang angin atau tidak ?
Dijawab dengan kaidah, kalau dia tidak yakin telah buang angin maka teruskan wudhu’nya karena sebagian wudhu’ yang dilakukannya telah mengikuti cara yang syar’i sebagaimana kisah shohabat yang ragu dalam sholatnya.
Setelah wudhu’. Seseorang ragu apakah ketika wudhu’ dia berhadats atau tidak ?
Dijawab dengan kaidah, karena dia telah melakukan wudhu’ yang syar’i maka hukum asalnya: “Dia selesai wudhu’ dalam keadaan suci”.
Keraguan yang semacam ini kalau dibiarkan, maka akan membuka pintu was-was yang tiada hentinya[6]. Karena setiap selesai wudhu’ maka dia akan mengulang lagi, selesai mengulang maka dia mengulang lagi, dan ini merupakan sesuatu kesulitan dalam menjalankan syari’at. Alloh Suhbanahu wa Ta’ala berfirman:
﴿وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ﴾
“Dia tidak menjadikan kesukaran dalam agama bagi kalian” (QS Al-Hajj Ayat 87)
PERBANDINGAN ANTARA PENGAMALAN “DUGAAN KUAT” DENGAN PENGAMALAN HUKUM YANG DIYAKINI SEBELUM MUNCUL KERAGUAN
Seseorang melakukan sholat ‘Ashar kemudian ragu apakah dia telah sholat dua rakaat atau tiga?
Kalau dugaannya kuat bahwa dia telah sholat dua rakaat, maka dia lanjutkan sholatnya di atas dugaan itu dan dia sempurnakan dua rakaat sisanya. Demikian juga kalau dugaannya kuat dia telah sholat tiga rakaat, maka dia cukup menyempurnakan satu rakaat sisa, kemudian sujud sahwi.[7]
Adapun kalau dia tidak memiliki dugaan kuat kepada salah satu kemungkinan, maka dia harus kembali pada perkara yang betul-betul diyakini, yaitu: Bagaimanapun kemungkinannya yang jelas dia telah sholat dua rakaat. Maka dia bangun sholatnya di atas keyakinan itu dan dia sempurnakan dua rakaat sisa, kemudian sujud sahwi.
SEPUTAR WAS-WAS
Was-was merupakan sebuah keraguan yang tidak terbangun di atas suatu dasar yang jelas akan tetapi muncul di atas khayalan atau sekedar rasa bimbang. Was-was biasanya muncul pada orang yang sering mengalami keragu-raguan. Was-was tidak ada obatnya kecuali berpaling darinya dan tidak memperdulikannya.[8]
Penyebab utama was-was adalah gangguan dan bisikan syaithon. ‘Utsman bin Abil ‘Ash Rodhiyallohu ‘Anhu datang mengadu kepada Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi wa Sallam bahwa syaithon mengganggu bacaannya ketika sholat sehingga dia menjadi ragu. Maka Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:
« ذَاكَ شَيْطَانٌ يُقَالُ لَهُ خِنْزِبٌ فَإِذَا أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ بِاللهِ مِنْهُ وَاتْفِلْ عَلَى يَسَارِكَ ثَلاَثًا »
“Itu adalah syaithon yang dinamakan Khinzib[9]. Apabila engkau merasakannya maka berlindunglah kepada Alloh (ta’awwudz) darinya dan tiuplah[10] ke sebelah kirimu sebanyak tiga kali” (HR Muslim). Maka ‘Utsman pun mengerjakannya dan hilanglah gangguan itu darinya.
Pintu masuknya syaithon terbesar adalah kebodohan seseorang tentang ilmu agamanya adapun pada orang yang berilmu dia hanya bisa “mencuri”. Hal itu dikarenakan dia bisa menyusupkan perancuannya kepada orang-orang bodoh dengan aman tanpa penentangan. Karena itulah was-was ini banyak terlihat pada orang-orang yang semangat beribadah tapi ilmu kurang.[11]
Ibnul Qoyyim Rahimahulloh mengatakan[12]: “Diantara tipu dayanya yang berhasil memperdaya orang-orang bodoh adalah tipu dayanya dalam perkara thoharoh dan sholat ketika berniat, sampai dia bisa menjerumuskan mereka ke dalam ikatan-ikatan dan belenggu, serta meninggalkan pengikutan terhadap sunnah Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi wa Sallam. Dikhayalkan kepada salah seorang diantara mereka bahwa apa-apa yang datang dari sunnah tidak cukup, mesti ditambah dengan yang lain, sehingga terkumpul pada mereka rasa capek disertai batal atau berkurangnya pahala”.
MELEPASKAN DIRI DARI WAS-WAS
Mungkin kebanyakan orang yang terkena was-was sudah mengetahui tidak ada cara lain baginya untuk lepas dari jerat tersebut kecuali dengan tidak memperdulikan was-was tersebut sama sekali, namun terkadang sulit dalam penerapannya. Nah, dari penjelasan sebelumnya, setidaknya ada beberapa perkara penting yang bisa menjadi sebab bagi seseorang untuk menerapkan hal tersebut:
Pertama, Menuntut ilmu syar’i, sehingga jelas baginya hukum-hukum syari’at yang benar. Karena Alloh hanya memerintahkan hamba-Nya untuk berjalan di atas apa yang Dia syari’atkan, tidak dipulangkan kepada perasaan atau dugaan.
Kedua, Bersandar sepenuhnya kepada Alloh, meminta pertolongan kepada-Nya, serta meminta perlindungan kepada-Nya dari bisikan syaithon dan terus beribadah di atas ilmu.[13]
Tambahkan perkara yang berikutnya:
Ketiga, Menutup celah munculnya was-was.
Misalnya  bagi seseorang yang was-was dalam sholatnya merasa bahwa kemaluan basah, perkara yang dia lakukan adalah apabila dia selesai berwudhu’ maka dia perciki kemaluannya, sehingga jika datang rasa was-was di sholat maka dia akan menganggap bahwa basah yang terasa berasal dari air yang dipercikkan. [14]
Karena itu juga dinasehatkan bagi orang-orang yang terkena penyakit yang menyebabkan keluarnya kencing atau buang angin sering tanpa bisa ditahan, untuk berupaya mencari pengobatannya, menutup pintu was-was. Adapun hukumnya, diantara ulama[15] memfatwakan kalau dia cukup berwudhu’ setiap kali sholat. Walaupun antara waktu wudhu’ sampai selesai sholat dia mengeluarkan hadats sebab sakit yang dideritanya.
Ini adalah fatwa yang kuat insya Alloh karena dia dalam kondisi yang diluar batas kemampuannya. Alloh Ta’ala berfirman:
﴿لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا﴾
“Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya (QS Al-Baqoroh Ayat 233)
﴿فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُم﴾
“Bertakwalah kepada Alloh semampu kalian” (QS At-Taghobun Ayat 16)
Inilah yang ana pahami dalam masalah ini Wallohu A’lam bish Showaab.

[1] Al-Qirofy menukilkan ijma’ ulama atas kaidah ini (Al-Furuq, perbedaan yang ke 10). Para ulama diantaranya: Ibnu ‘Abdil Barr (At-Tamhid 1/342), Ibnu Daqiqil ‘Ied (Al-Ihkam 1/250), An-Nawawy (Syarh Shohih Muslim hadits ke 361), Al-’Ala’iy (Al-Majmu’ul Madzhab 1/304), dan selain mereka menggolongkan kaidah ini ke dalam “Kaidah Besar” dimana banyak permasalan-permasalahan fiqih yang bisa dikembalikan ke kaidah ini atau langsung ke dalil-dalil kaidah ini (Lihat Ad-Durorul Bahiyah 140-141/ Syaikh ‘Abdulloh Khaulany). Setidaknya kaidah ini mencakup sekitar dua belas kaidah yang lain (Lihat Al-Mufashshol 285-322/ DR Ya’qub Bahusein).
[2] Akan diperjelas dengan contoh Insya Alloh.
[3] Pendapat ini yang dikuatkan jumhur (mayoritas) ulama. Adapun yang berpendapat (dari kalangan Malikiyyah) orang tersebut harus berwudhu’ bukan karena mereka menolak kaidah ini tapi karena mereka berpendapat bahwa sholat harus dibangun di atas wudhu’ yang betul-betul diyakini. Namun konteks hadits menunjukkan pendapat jumhurlah yang lebih kuat (lihat Al-Majmu’ul Madzhab 1/315)
[4] Ijma’ (sepakat) ulama dalam masalah ini, sebagaimana dinukilkan Ibnu Hazm (Marotibul Ijma’ 44) dan Imam An-Nawawy (Syarh Shohih Muslim no 361) Rahimahumalloh
[5] Lihat Al-Asybah Wan Nazho’ir (1/97)/ Asy-Syuyuthi Rahimahulloh
[6] Lihat Syarh Manzhumah Ushulil Fiqh wa Qowa’idih (171-172)/ Syaikh Al-’Utsaimin Rahimahulloh
[7] Khusus karena keraguan dalam sholat adapun dalam ibadah yang lain sujud sahwi tidak disyari’atkan
[8] Lihat Syarh Manzhumah Ushulil Fiqh wa Qowa’idih (173)/ Syaikh Al-’Utsaimin Rahimahulloh
[9] Diriwayatkan juga: Khinzab, Khanzab dan Khunzab (Imam An-Nawawy/ Syarh Shohih Muslim)
[10] Disertai sedikit percikan ludah
[11] Lihat Talbis iblis (1/121)/  Ibnul Jauzi Rahimahulloh
[12] Ighotsatul Lahfan (1/127)
[13] Lihat Syarh Manzhumah Ushulil Fiqh wa Qowa’idih (174)/ Syaikh Al-’Utsaimin Rahimahulloh
[14] Demikian fatwa Syaikhuna Yahya Al-Hajury Hafizhohulloh dalam masalah ini. Adapun atsar salaf sejauh ini ana baru mendapatkan satu atsar dari shohabat dan dua dari tabi’i dengan fatwa yang persis.
Atsar dari shohabat adalah atsar Ibnu ‘Abbas diriwayatkan ‘Abdur Rozzaq di Mushonnafnya no 574 lewat riwayat Al-A’Masy dari Sa’id bin Jubair. Seluruh periwayat tsiqoh, akan tetapi terdapat ‘an’anah Al-A’masy (mudallis level ketiga karena banyak melakukan tadlis para perowi dho’if). Dan ana tidak mendapatkan penjelasan dari ulama bahwa Al-A’Masy banyak mengambil riwayat dari Sa’id bin Jubair sehingga ana tawaqquf dalam menerima atsar ini. Dan konsekwensi dari tawaqquf adalah menolak.
Adapun atsar dari tabi’i, yang pertama adalah atsar Muhammad bin Ka’ab Al-Qurozhy diriwayatkan ‘Abdur Rozzaq di Mushonnafnya no 585 dan sanadnya shohih. Sementara yang kedua adalah atsar Maimun bin Mihron diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah di Mushonnafnya no 1790 dan sanadnya hasan. Wallohu A’lam
[15] Diantaranya Syaikh Ibnu Bazz, Syaikh Al-’Utsaimin Rahimahumalloh dan Syaikhuna Muhammad Hizam Hafizhohulloh

sumber:  http://www.ahlussunnah.web.id

Pelajaran dari Salman al-Farisiy (Terus menerus mencari al-Haqq)

SALMAN AL-FAARISIY
rodhiyallahu ‘anhu

TELADAN PENCARI KEBENARAN
(DISERTAI BEBERAPA FAIDAH HADITS)

~ Faidah dari Pelajaran Umum Abu Abdirrohman Yahya bin ‘Ali Al-Hajury ~
Dirangkum: Abu Ja’far Al-Minangkabawy
Alih Bahasa: Abu Ubaidillah ‘Amir bin Munir Al-Acehy
-semoga Alloh menjaga mereka-
Ma’had Darul Hadits Dammaj – Yaman
إن الحمد لله نستعينه ونستغفره وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وسلم تسليما كثيرا أما بعد:
Menuntut ilmu syar’iy adalah suatu keharusan bagi seorang muslim dalam memahami agamanya dan juga dalam beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Karena tidaklah seorang mampu untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya melainkan dengan Ilmu. Keutamaan ilmu tidaklah bisa mengimbanginya  keutamaan suatu apapun dari kehidupan dunia ini. Sehingga berkata Al-Imam Asy-Syafi’i: “Menuntut Ilmu lebih utama dari pada Sholat Naafilah (sunat)”.
Kemuliaan seorang yang berilmu dan orang-orang yang beramal dengan ilmunya adalah kemuliaan yang akan diperolehnya di dunia dan akhirat. Dan menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu adalah suatu kebiasaan para salaf terdahulu dan sekarang. Berapa banyak para Salafus Sholih yang bersusah payah menempuh perjalanan yang sangat jauh dan menghabis umurnya dengan tujuan hanya untuk menuntut ilmu. Rasanya hal ini cukuplah  untuk menunjukkan keutamaan ilmu tersebut.
Berikut akan kami sebutkan Kisah Salman Al-Faarisiy Rodhiyallohu anhu akan pengorbanannya yang sangat besar dalam memperoleh suatu kebenaran yang hakiki. Kisah ini diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad Rohimahuloh di dalam musnadnya[1] dari ‘Abdulloh bin ‘Abbas Rodhiyallohu anhu dari Salman Al-Faarisiy Rodhiyallohu anhu, beliau berkata:
“Aku adalah seorang laki-laki dari Persia dari penduduk Ashbahan yang berasal dari suatu kampung yang disebut dengan Jayy, dan ayahku adalah sebagai seorang kepala kampung tersebut. Aku adalah orang yang paling dia cintai, senantiasa kecintaannya terhadapku ada padanya sampai-sampai dia mengurungku di dalam rumahnya untuk senantiasa menyembah api, sebagaimana seorang anak perempuan yang dikurung. Aku benar-benar telah membebankan diriku di dalam agama Majusi, sampai-sampai aku menjadi pelayan bagi api yang menyalakannya serta tidak membiarkannya padam sekejap pun.
(SALMAN MELIHAT NASHRANY)
Ayahku memiliki kebun yang besar, suatu hari dia disibukkan dengan mengurus bangunan, maka dia berkata kepadaku: “Wahai anakku, sesungguhnya hari ini aku disibukkan dengan suatu bangunan dari mengurusi kebunku, maka pergilah engkau kesana dan perhatikanlah ia”. Ayahku memerintahkanku untuk melakukan beberapa hal yang dia inginkan, maka aku pun keluar menuju ke kebunnya. Kemudian aku pun melewati satu gereja dari gereja-gerejanya orang Nashraniy, aku mendengar suara-suara mereka di dalamnya sementara mereka dalam keadaan sedang mengerjakan shalat. Aku tidak tahu kondisi orang-orang karena dikurungnya aku di rumah ayahku. Maka ketika aku melewati mereka dan aku mendengar suara mereka, akupun masuk ke dalamnya sehingga aku melihat apa yang mereka perbuat. Ketika aku melihat mereka maka aku pun terkagum dengan sholat mereka dan muncul hasratku untuk mengikuti mereka, dan aku berkata: “Demi Allah!, ini lebih baik dari pada agama yang kami sedang berada di atasnya”.
Maka demi Allah, aku tidak meninggalkan mereka sampai dengan tenggelamnya matahari, dan aku tidak memperdulikan sawah ayahku serta tidak mendatanginya. Lalu aku berkata kepada mereka: “Dari mana asal agama ini?”. Mereka menjawab: “Dari Syam”. Lalu aku pun kembali menjumpai ayahku dan dia -ketika itu- telah mengutus seseorang untuk mencariku, dan aku (benar-benar) telah menyibukkannya dari semua pekerjaannya maka ketika aku mendatanginya, dia berkata: “Wahai anakku dari manakah engkau, bukankah aku telah memerintahkan kamu sesuatu?”. Aku berkata: “Wahai ayahku, aku melewati sekumpulan orang yang sedang mengerjakan sholat di dalam gereja mereka maka aku terkagum dengan apa yang aku lihat dari agama mereka, demi Allah!  Aku senantiasa di sana sampai dengan tenggelam matahari”. Ayahku berkata: “Tidaklah ada suatu kebaikan pun di dalam agama tersebut”. Lantas aku berkata: “Sekali-kali tidak, ssengguhnya agama tersebut lebih baik dari agama kita”. Maka ayahku mulai merasa khawatir akan diriku, kemudian dia mengikat kakiku dan mengurungku di dalam rumahnya. Lalu aku mengirim pesan kepada orang-orang nashraniy tersebut.Aku berkata: “Apabila datang kepada kalian rombongan pedagang dari Syam dari orang-orang nashara maka khabarilah aku”. Maka -tidak lama setelah itu- datang kepada mereka rombongan pedagang dari Syam dari orang-orang nashara maka merekapun mengabariku hal tersebut. Maka aku berkata kepada mereka: “Apabila mereka telah memenuhi hajat mereka dan ingin kembali ke negeri mereka maka beritahulah aku”. Maka ketika mereka hendak kembali ke negeri mereka maka mereka mengabariku, maka akupun campakkan rantai yang terikat di kakiku.
(GURU PERTAMA SALMAN)
Kemudian aku keluar bersama mereka sampai akhirnya aku tiba di negeri Syam. Maka ketika aku tiba di sana, aku berkata: “Siapakah orang yang paling utama dari agama ini?” Mereka berkata: “Uskup yang ada di dalam gereja tersebut”. Maka akupun mendatanginya dan berkata: “Aku berhasarat untuk mengikuti agama ini, dan aku ingin tinggal bersamamu, melayanimu didalam gerejamu ini, serta menuntut ilmu darimu dan mengerjakan sholat bersamamu”.Dia berkata: “Masuklah”. Maka akupun masuk. Aku dapati dia seorang laki-laki yang jelek, dia memerintahkan orang-orang untuk bersedekah dan menganjurkan mereka untuk melakukan hal itu, maka apabila mereka telah mengumpulkan kepadanya shodaqah, maka dia pun menyimpannya untuk dirinya sendiri dan tidak memberikannya kepada orang-orang miskin, sampai-sampai dia telah mengumpulkan tujuh kendi yang berisi penuh emas dan perak. Maka aku benar-benar sangat membencinya melihat apa yang telah dia perbuat, tidak lama kemudian dia pun mati, maka orang-orang Nashraniy tersebut berkumpul untuk menguburinya. Maka aku berkata kepada mereka: “Sesungguhnya orang ini adalah laki-laki yang jelek, dia memerintahkan kalian untuk bersedekan dan menganjur kalian untuk melakukan hal tersebut akan tetapi apabila kalian telah mengumpulkannya kepadanya maka iapun menyimpannya untuk dirinya sendiri, dan tidak memberikan sedikitpun untuk orang-orang miskin”. Mereka berkata: “Apa yang telah kamu ketahui?”. Aku berkata: “Aku akan menunjukkan kepada kalian tempat penyimpanannya”. Maka merekapun berkata: “Tunjukkanlah kepada kami”.
Maka akupun memperlihatkannya kepada mereka tempatnya. lalu mereka mengeluarkan dari tempat tersebut tujuh kendi penuh dengan emas dan perak, maka ketika mereka telah melihat tersebut mereka berkata: “Demi Allah, sekali-kali kami tidak akan menguburinya lalu mereka menyalibnya serta melemparnya bebatuan”.
(GURU KEDUA SALMAN)
Kemudian mereka mendatangkan penggantinya yang lain, dan menjadikannya pada posisi uskup tersebut. Maka tidaklah pernah aku melihat seorang laki-laki pun –yang tidak mengerjakan sholat lima waktu- yang lebih utama dari padanya, lebih zuhud akan dunia dan lebih menginginkan akhirat, dan lebih bersungguh-sungguh -dalam ibadah- siang dan malam daripada dirinya. Maka aku sangat mencintainya, dan tidak pernah aku mencintai seseorangpun seperti demikian sebelumnya. Maka aku tinggal bersamanya dalam beberapa waktu, kemudian datanglah ajalnya. Lantas aku berkata kepadanya: “Wahai fulan sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu dan aku sangat mencintaimu, tidak pernah aku mencintai seseoranpun seperti demikian sebelummu. Telah tiba ke atasmu apa yang kamu lihat dari urusan Allah, maka kepada siapakah engkau akan mewasiatkan aku, dan apa perintahmu?”. Dia berkata: “Wahai anakku, demi Allah tidaklah aku mengetahui seorangpun pada hari ini yang berada di atas perkara yang aku berada di atasnya, manusia dalam keadaan celaka, mereka telah merubah dan meninggalkan kebanyakan perkara yang dahulunya mereka berada di atasnya kecuali seorang yang tinggal di Al-Maushil namanya “fulan” dia masih tetap berada di atas perkara yang aku berada di atasnya, maka bergabunglah dengannya”.
(GURU KETIGA SALMAN)
Maka ketika dia telah wafat dan dikuburkan, akupun pergi kepada laki-laki di negeri Al-Maushil tersebut lalu aku berkata kepadanya: “Wahai fulan, sesungguhnya fulan telah mewasiatkan kepadaku ketika datang ajalnya untuk aku mengikutimu dan ia memberitahukan aku bahwa engkau berada di atas agamanya”. Kemudian dia berkata: “Tinggallah bersamaku!”, maka tinggallah aku bersamanya. Aku dapati ia sebaik-baik laki-laki yang berada di atas agama shohabatnya, kemudian tidak lama kemudian dia pun datanglah ajalnya, maka ketika sudah dekat ajalnya aku berkata kepadanya: “Wahai fulan telah mewasiatkan aku mengikutimu memerintahkan aku untuk bergabung denganmu dan telah datang dari Allah kepadamu apa yang telah engkau lihat maka kepada siapakah engkau mewasiatkan aku dan apa yang engkau perintahkan kepadaku?”. Dia berkata: “Wahai anakku, demi Allah tidaklah aku mengetahui seseorang yang berada di atas apa-apa yang kami berada di atasnya kecuali seorang laki-laki yang tinggal di negeri Nashibain namanya fulan maka bergabunglah dengannya”.
(GURU KEEMPAT SALMAN)
Maka ketika dia telah wafat dan dikuburkan, akupun pergi untuk bergabung laki-laki yang berada di Nashibain tersebut. Ketika aku telah tiba di sana aku mengabarinya akan maksud kedatanganku dan apa yang telah diperintahkan kepadaku oleh shohabatku. Lantas dia pun berkata: “Menetaplah di tempatku”. Maka aku pun menetap di tempatnya. Aku dapati ia berada di atas agama dua shohabatnya   maka tinggallah aku bersama sebaik-baik laki-laki. Demi Allah tidaklah berlalu waktu yang lama maka datanglah ajalnya. Maka ketika ajalnya sudah dekat aku berkata kepadanya: “Wahai fulan, sesungguhnya fulan telah mewasiatkan aku untuk mengikuti fulan, kemudian fulan tersebut mewasiatkan aku untuk mengikuti engkau maka setelah itu kepada siapakah engkau mewasiatkan aku dan apa yang akan engkau perintahkan kepadaku?”. Dia berkata: “Wahai anakku, demi Allah tidaklah aku mengetahui seseorang yang tetap berada di atas agama kami ini untuk aku perintahkan engkau untuk menjumpainya kecuali seorang laki-laki yang berada di negeri ‘Amuriyyah, karena sesungguhnya ia berada di atas apa-apa yang kami berada di atasnya, jika engkau suka maka datangilah ia sesungguhnya ia berada di atas agama kami”.
(GURU KELIMA SALMAN)
Maka ketika dia telah wafat dan dikuburkan maka aku pergi menjumpai laki-laki yang berada di negeri ‘Amuriyyah tersebut dan aku mengabarkannya akan maksud kedatanganku. Lantas dia berkata: “Menetaplah di tempatku”. Maka akupun tinggal bersama seorang laki-laki yang yang berada di atas petunjuk shohabat-shohabatnya dan agama mereka. Akupun mencari pencaharian sehingga aku bisa memiliki beberapa ekor sapi dan beberapa ekor kambing. Kemudian datanglah ketetapan Allah atasnya maka ketika telah dekat ajalnya aku berkata kepadanya: “Wahai fulan sesungguhnya aku dahulunya bersama fulan maka ia mewasiatkan aku untuk mengikuti fulan, kemudian fulan tersebut mewasiatkan aku untuk mengikuti fulan kemudian fulan tersebut mewasiatkan aku untuk mengikuti engkau maka kemudian kepada siapakah engkau mewasiatkan aku dan apa yang akan engkau perintahkan kepadaku?”. Dia berkata: “Wahai anakku, demi Allah aku tidak mengetahui seseorang pun yang dia berada di atas apa-apa yang kami berada di atasnya untuk aku aku perintahkan kamu untuk mengikutinya, hanya saja telah dekat kepadamu zaman diutusnya seorang Nabi yang mana dia diutus dengan agama Ibrahim, dia akan keluar di negeri Arab, dan akan berhijrah ke suatu negeri yang berada di antara dua negeri yang berbatuan hitam di antara keduanya ada pohon kurma, pada dirinya ada ciri-ciri yang tidak samar: dia menerima hadiah dan tidak memakan Shodaqoh, di antara dua pundaknya ada tanda kenabian, maka jika engkau mampu untuk bergabung dengan dengan negeri tersebut maka lakukanlah”. Maka ketika dia telah wafat dan dikuburkan maka menetaplah aku di negeri ‘Amuriyyah selama yang Allah kehendaki untuk aku menetap.
(JATUHNYA SALMAN KE TANGAN YAHUDI DALAM MENCARI NABI)
Lalu lewatlah di hadapanku sekelompok pedagang dari negeri Kalb. Maka aku berkata kepada mereka:”Apakah kalian mau membawaku ke negeri ‘Arab dan aku akan memberikan kepada kalian sapi-sapiku ini dan juga kambing-kamibingku”. Mereka berkata: “Baik”. Maka aku berikan sapi-sapiku ini dan juga kambing-kambingku kepada mereka, lalu mereka pun membawaku, sehingga ketika telah tiba di negeri Waadi Al-Qura merekapun menzholimiku, mereka menjualku kepada seorang laki-laki dari Yahudi sebagai seorang budak, maka menetaplah aku bersamanya. Aku melihat pohon kurma dan aku berharap inilah negeri yang telah disifatkan oleh shohabatku kepadaku, hanya saja aku tidak yakin. Ketika aku bersamanya maka datanglah kepadanya seorang anak pamannya dari Madinah dari kabilah Bani Quraidhoh maka ia membeliku darinya lalu ia membawaku ke negeri Madinah. Maka demi Allah tidaklah kota ini kecuali aku telah melihatnya serta aku mengenalnya sebagaimana yang disifatkan oleh shohabatku tersebut. Maka bermukimlah aku di sana dan Allah pun telah mengutus Rasul-Nya, maka beliau bermukim di Makkah selama yang beliau telah menetap, dan aku tidak pernah mendengar sekalipun beliau disebut di samping dengan kesibukanku sebagai seorang budak.
(BERITA KEDATANGAN ROSULULLOH)
Kemudian beliau pun berhijrah ke Madinah, maka demi Allah ketika aku sedang berada di puncak salah satu pohon kurma kepunyaan tuanku yang mana aku sedang mengurusnya, dan (ketika itu) tuanku sedang dalam keadaan duduk. Maka datang salah seorang anak pamannya, lalu berhenti di hadapannya, dan berkata: “Fulan, semoga Allah memerangi bani Qutailah, demi Allah sekarang mereka sedang berkumpul di Quba’ dipimpin oleh seorang dari Makkah yang tiba kepada mereka hari ini, mereka berkata bahwa ia adalah seorang Nabi”. Maka ketika aku mendengar hal tersebut tubuhku merasa gemetar sampai-sampai aku menyangka aku akan jatuh ke atas tuanku. Maka akupun turun dari pohon kurma dan mulai bertanya kepada anak pamannya itu: “Apa yang kamu katakan? Apa yang kamu katakan?”. Maka tuanku marah dan memukulkan dengan pukulan yang sangat keras, kemudian dia berkata: “Apa urusanmu?, teruskan pekerjaanmu!”. aku berkata: “Tidak ada, hanya saja aku ingin memastikan apa yang telah dia ucapkan”.
(PERJUMPAAN SALMAN DENGAN ROSULULLOH)
Padaku ada sedikit dari harta yang telah aku kumpulkan, maka ketika di sore harinya aku membawanya dan aku pergi menjumpai Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau ketika itu sedang berada di Masjid Quba, maka akupun masuk dan bertanya: “Sesungguhnya telah sampai kepadaku suatu berita bahwasannya engkau ini adalah seorang laki-laki yang sholih, dan bersamamu ada shohabat-shohabatmu yang mengasingkan diri dari negeri mereka lagi sangat membutuhkan, ini ada sedikit yang aku miliki sebagai shodaqoh karena aku melihat kalian lebih berhak akan hal itu dari pada yang lainnya”. Maka aku dekatkan kepadanya, kemudian Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepada shohabatnya: “Makanlah”. Sementara beliau sendri tidak menyentuhnya serta tidak memakannya, lalu aku berkata dalam diriku: “Ini ciri-ciri yang pertama”.
Kemudian akupun pergi, maka aku kumpulkan sedikit makanan. Rosululloh Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam kembali ke Madinah kemudian aku datang dengan membawa makanan tersebut, lalu aku berkata: “Sesungguhnya aku melihat engkau tidak makan harta shodaqoh, ini ada sesuatu sebagai hadiah, aku memuliakan kamu dengannya”. Maka Rosululloh Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam memakannya dan memerintahkan shohabatnya untuk makan bersamanya, maka akupun  berkata dalam diriku: “Ini ciri-ciri yang kedua”.
Tidak lama kemudian aku mendatangi lagi beliau Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam dan ketika itu beliau sedang berada di pekuburan Baqi’ Al-Ghorqod sedang mengikuti salah satu jenazah dari shohabatnya, dan di atas tubuhnya dilapisi dua pakaian. Dan saat beliau sedang duduk di tengah-tengah shohabatnya, maka akupun memberi salam kepada beliau, kemudian aku berputar arah untuk melihat bagian punggungnya, (yaitu) apakah aku akan melihat khotam sebagaimana yang telah disifatkan oleh temanku?. Ketika Rosululloh Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam melihatku maka akupun berpaling, maka beliau mengetahui maksudku bahwasanya aku sedang memastikan sesuatu yang telah disifatkan kepadaku. Maka beliaupun melempar rida’-nya dari atas punggungnya, maka aku pun melihat khotamnya dan mengenalnya. Maka aku memeluk beliau serta menciumnya dalam keadaan menangis. Maka Rosululloh Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Hadapkanlah wajahmu!”. Maka akupun menghadapkannya, lalu aku ceritakan kepada beliau tentang kisahku sebagaimana yang aku ceritakan kepadamu wahai Ibnu ‘Abbas. Rosululloh Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam merasa ta’ajub dengan shohabatnya ketika mereka mendengar hal tersebut.
(LEPASNYA SALMAN DARI PERBUDAKAN)
Kemudian aku disibukkan dengan pekerjaanku sebagai budak sehingga aku luput untuk mengikuti perang Badar bersama Rosululloh Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam dan perang Uhud. Maka Rosululloh Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepadaku: “Wahai Salman! buatlah  Mukatabah (kesepakatan penebusan dari perbudakan)”. Maka akupun membuat kesepakatan dengan tuanku untuk aku menanam 300 tunas pohon kurma di sekitar sumur yang dekat sekeliling pohon kurma dan juga dengan memberikan 40 Uqiyyah. Maka Rosululloh Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepada para shohabatnya: “Bantulah saudara kalian ini!”.
Maka merekapun membantuku dengan memberikan tunas kurma: seorang lelaki ada membantuku dengan 30 tunas kurma, ada yang membantuku dengan 20 tunas, ada membantu dengan 15 tunas,  dan ada yang membantuku dengan 10, yaitu setiap laki-laki membantu sesuai dengan kadar yang mereka miliki. Sehingga terkumpullah untukku 300 tunas. Kemudian Rosululloh Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepadaku: “Pergilah engkau wahai Salman buatlah lubang-lubang untuk tunas-tunas kurma tersebut, dan apabila telah selesai maka datangilah aku, aku yang akan menanaminya dengan tanganku”. Maka aku pun mulai membuat lubang-lubang untuk tunas-tunas tersebut dengan dibantu oleh para Shohabatku, maka ketika telah selesai aku mendatangi Rosululloh Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam serta mengabarkan beliau hal tersebut. Maka Demi yang jiwaku berada di tangannya tidak ada satu tunas pun dari tunas-tunas tersebut -yaitu yang ditanam oleh Rosululloh Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam- mati. Maka akupun memberikannya (kepada tuanku), maka yang tersisa  atasku (yang harus aku tunaikan) tinggallah harta.
Kemudian Rosululloh Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam memperoleh emas semisal dengan besarnya telur ayam hasil dari sebagian peperangan. Maka beliau Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Apa yang telah dilakukan oleh Al-Faarisiy -yaitu Salman- terhadap orang yang telah ia buat kesepakatan?”. Lalu beliau memanggilku dan berkata: “Ambil ini dan tunaikan dengannya apa-apa (yang tersisa) atasmu wahai Salman”. Aku pun berkata: “ini tidaklah cukup untuk menunaikan apa-apa (yang tersisa) atasku”. Beliau Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Ambillah, sesungguhnya  Allah menunaikannya atasmu”.
Akupun mengambilnya, lalu menimbangnya untuk mereka, maka demi yang jiwaku berada di tangannya, (aku dapati ia) 40 Uqiyyah, kemudian aku tunaikanlah hak mereka, lalu akupun dimerdekakan. Maka setelah itu aku mengikuti peperangan khandaq bersama Rosululloh Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam dan tidaklah ada satu pertempuranpun bersama beliau yang aku lewatkan.”
BEBERAPA FAIDAH DARI KISAH SALMAN:
  • Terkadang seseorang diuji untuk mendapatkan sesuatu yang dicintainya
  • Mengedepankan kecintaan kepada Alloh dari selainnya, Salman tidaklah meninggalkan agama Majusi dan bapaknya karena kemiskinan.
  • Keimanan kepada takdir, semuanya berada dalam ketentuan Allaoh walaupun tak pernah terlintas salam pikiran sama sekali.
  • Sabar terhadap gangguan.
  • Pengingkaran dengan hati terhadap maksiat ketika tidak mampu, dan menampakkannya ketika ada kemampuan
  • Orang yang mengklaim sesuatu mesti bisa mendatangkan bukti
  • Meminta nasehat pada orang-orang sholih
  • Wasiat menjelang ajal
  • Seseorang berbicara sesuai ilmunya
  • Kaum Nashrany telah tersesat sebelum diutusnya Rosululloh kecuali segelintir orang
  • Melakukan perjalanan jauh demi menuntut ilmu
  • Usaha mencari kebenaran dan pemastian suatu perkara
  • Ta’awun ‘Alal birri wat Taqwa
  • Mengulurkan bantuan bagi orang sholih
  • Bertanya tentang keberadaan orang yang membutuhkan
  • Berkah itu datangnya dari Alloh
  • Semangat untuk membantu orang dalam mendapatkan hidayah Alloh

[1] Dishohihkan Syaikh Al-Albany dan Syaikh Muqbil Rahimahumalloh Ta’ala

Sumber: http://www.ahlussunnah.web.id
Older Post ►

Al Manshurah

 

Copyright 2011 Al Manshurah is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot Published by Template Blogger